Langkah riang si kecil ringan bak menapak angin.
Urapan sejuk menerpa porinya, memanjakan relung sanubarinya.
Pagi itu selepas hujan menyirami bumi dan cahaya menyapanya dengan lembut.
Kabut asap pun tak kuasa menahan pijakannya lagi dan lenyap.
Akankah sejuk udara ini dapat dinikmatinya kelak?
Namun di sisi lain mereka masih saja melucuti hijau bumi dengan api dan mesin.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar