Sabtu, 14 November 2015

ASAP

Semburat merah di antara awan
Pertanda surya menyapa cakrawala
Sembari mengarak awan hujan
Pertanda asap kan sirna
Tidaklah kau rasakan kawan?
Sadarlah akan yang kau perbuat.
Tidaklah kau buka matamu kawan?
Setiap nafas berjuang berat
Tidaklah kau dengar kawan?
Sesak tangis bayi dan balita.
Di mana sanubarimu?
Di mana kemanusiaanmu?
Di mana bijaksanamu?
Di mana solidaritasmu?
Bakarlah sanubarimu kawan
Bakarlah sampai hangus dan engkau tersadar Bakarlah pikiranmu kawan
Bakarlah sampai hangus dan engkau tersadar Bakarlah kelakuanmu kawan
Bakarlah sampai hangus dan engkau tersadar Hiruplah asap itu dalam-dalam kawan
Supaya engkau mengerti sakitnya.
Hiruplah dan jangan lari kawan
Supaya engkau menyadari keseharusannya. Kini, udara kian menipis...masihkah oksigen tuk penerus kita???

Tidak ada komentar:

Posting Komentar